Press Release

Siaran TV Digital

Apr 15, 2014   //   by admin   //   Info, TV Satelite  //  No Comments

Siaran TV Digital merupakan siaran televisi yang dipancarkan menggunakan sinyal digital dan diterima oleh pesawat penerima / tv yang bisa menerima sinyal tv digital. Memang belum semua stasiun tv beralih ke digital. Di samping biaya migrasi ke digital yang sangat mahal, saat ini pun masih masa transisi bagi stasiun pemancar tv untuk beralih ke siaran digital sebelum batas akhir yang ditetapkan pemerintah pada 2018 mendatang.

Sekalipun sebuah stasiun tv sudah menyiarkan siaran digitalnya, pemerintah tetap mewajibkan stasiun tv tersebut untuk memancarkan sinyalnya lewat sinyal tv analog juga. Ini dimaksudkan untuk mengimbangi kemampuan masyarakat yang belum memiliki pesawat tv digital. Sehingga masyarakat yang belum memiliki tv digital tetap dapat menerima siaran tv dari stasiun tersebut sampai nanti pada 2018 betul-betul sudah tidak ada lagi siaran tv analog.

 

TV Digital

Jika anda sudah memiliki pesawat tv digital, mungkin hanya beberapa stasiun tv saja yang dapat ditangkap secara digital dengan menggunakan antena biasa (antena VHF/UHF), inipun tergantung daerah anda apakah stasiun tv nya sudah mulai memancarkan siaran tv digital atau belum.

Untuk mendapatkan sinyal tv digital kita tidak harus membeli pesawat tv digital. Pesawat tv analog pun bisa menangkap siaran tv digital hanya dengan menggunakan antena tv biasa (VHF/UHF). Yaitu dengan menambah alat yang dinamakan Set Top Box (STB-penerima siaran digital) yang berfungsi meng-konversi sinyal tv digital menjadi sinyal analog, sehingga tv lama kita (tv tabung) dapat menerima siaran tv digital. Namun perlu diperhatikan, tidak semua TV LCD atau TV LED yang beredar saat ini bisa menerima siaran digital sistem DVB-T2…!! 

Berikut gambar perbandingan sistem pemancaran sinyal tv digital dan analog.

Sistem Siaran TV Analog
Sistem Siaran TV Digital


Dari gambar di atas, nampak perbedaan yang sangat mendasar antara siaran tv digital (B) dan siaran tv analog (A). Siaran tv analog, konten siarannya analog dipancarkan melalui pemancar analog menjadi sinyal tv analog pada frekuensi radio uhf/vhf dan diterima oleh pesawat tv analog melalu antena uhf/vhf.

Sedangkan siaran tv digital, konten siarannya digital, atau kalau masih analog di-encoding ke digital, dipancarkan tetap pada frekuensi radio uhf/vhf oleh pemancar digital menjadi sinyal tv digital, diterima antena biasa uhf/vhf yang dilengkapi penerima digital (set top box-STB) yang berfungsi mengkonversi sinyal tv digital menjadi sinyal yang bisa diterima tv analog. Pada pesawat tv digital tidak lagi memerlukan set top box (penerima digital) karena sudah terintegrasi di dalamnya. Sistem penyiaran tv digital di Indonesia menggunakan standar penyiaran DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second generation). Ini berarti untuk dapat menerima siaran tv digital, pesawat tv harus dilengkapi alat penerima sinyal tv digital DVB-T2 (Set Top Box – DVB-T2).

Kenapa harus digital?
Seperti kita ketahui semenjak ditemukannnya teknologi elektronik digital, perkembangan produk-produk elektronik berkembang pesat. Handphone, digital camera  (menggantikan camera konvensional yang menggunakan negatif-film), dan sebagainya.

Untuk siaran tv digital keunggulannya dibanding siaran tv analog antara lain,
– Kulitas gambar dan suara yang jauh lebih baik / tajam. Pada sinyal tv analog gambar sering berbayang atau bintik-bintik semut atau suara kurang jernih kalau jarak pesawat tv penerima semakin jauh dari pemancarnya atau antena kurang pas mengarah ke stasiun pemancar. Pada sinyal tv digital selagi sinyal masih tertangkap kualitas gambar dan suara tetap bagus karena transfer datanya sangat cepat (mencapai Mbs). Karenanya penerima siaran tv digital bergerak seperti handphone atau tv dalam kendaraan misalnya tetap akan menampilkan gambar dan suara yang bagus.

– Kecepatan dalam transfer data ini membuat lebih banyak data yang dapat ditransfer dibandingkan dengan sinyal tv analog. Perumpamaannya, dengan sinyal analog hanya dapat mentransfer film dengan kualitas vcd saja, tapi dengan sinyal digital dapat mentransfer film dengan kualitas dvd bahkan lebih (sekali lagi ini sekedar perumpamaan saja). Karenanya untuk mengikuti perkembangan teknologi siaran tv digital ini, muncul teknologi televisi resolusi tinggi (HDTV-High Definition TV). Artinya jika suatu stasiun pemancar tv digital menayangkan film dengan resolusi tinggi ( HD movie / high resolution movie) maka kita harus memiliki pesawat televisi yang mampu menayangkan gambar HD juga. Jika tidak, maka film yang beresolusi tinggi tersebut hanya dapat dinikmati dengan kualitas gambar dan suara yang biasa saja.

Sebenarnya TVRI sudah melakukan uji coba menayangkan siaran digital pada 2008 silam dan sosialisasinya baru pada 2010. Diharapkan pada 2012 stasiun tv sudah memulai menayangkan siaran digitalnya dan pada 2018 diharapkan sudah tidak ada lagi stasiun tv yang memancarkan siaran tv analog alias ASO (Analog Switch Off).

Leave a comment